Dalam video ini saya pergi ke restoran yang menghidangkan masakan khas dari Eropa Timur seperti Ukrania dan Rusia.  Restoran Ivan the Kozak terletak di wilayah SOHO di daerah Central, Hong Kong Island, pemilik restoran ini orang Hong Kong, tetapi istrinya orang Ukrania dan ketiga chefnya orang Rusia, bahan makanan pun banyak yang import langsung dari sana, jadi masakan sini jamin khas Eropa Timur.  Sampai pajangan-pajangan dan dekorasi juga sesuai dengan restoran-restoran di Eropa Timur sana.

Karena Ukrania dan Rusia terkenal dengan minum alkoholnya, jadi kita pesan Apriori Rose.  Sebagai starternya kita pesan Meat salad Olivier, Ukranian borsch soup, dan Cream of pumpkin soup with red caviar.  Menu utama, kita pesan Roasted venison in red wine served with rice, dan Roasted veal baked in a pot.  Untuk dessertnya kita pesan Apple strudle with ice cream, dan Ukranian style deep-fried ice-cream.

Untuk kalian yang pingin cobain makanan Eastern Europe yang benar-benar khas di Hong Kong, inilah tempatnya.

Jangan lupa Subscribe di Youtube Channel kita.  Thank you!

 

 

Tsam
Author: Tsam
Founder and Blogger at OrangHongKong.com
About

H.Y. Tsam, sering dipanggil oleh teman-teman Indonesia dengan panggilan Tsam, pertama kali belajar bahasa Indonesia sewaktu umur 11 tahun ketika mengikuti orang tuanya dari Hong Kong pergi ke Indonesia karena mendapatkan tugas kerja di Jakarta selama 4 tahun.

Tsam menghabiskan waktu setengah tahun pertama di Indonesia untuk belajar dasar bahasa Indonesia dirumah dan dituntun seorang guru bahasa Indonesia yang berasal dari Surabaya, kemudian orang tua Tsam memilih Tsam untuk mendapatkan pendidikan di sekolah SMP lokal yg berlokasi di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, agar dengan kesempatan tinggal di Indonesia ini dapat belajar bahasa Indonesia, mengenal budaya Indonesia dan mendapat teman-teman orang Indonesia.

Waktu berada di Indonesia, Tsam mula-mula karena belajar bahasa Indonesia dengan guru bahasa yang berasal dari Surabaya dan juga sering bergaul dengan saudara-saudara dari pihak mama nya yang berasal dari Surabaya, Tsam pun mulai mengerti bahasa Jawa dan logat bahasa Indonesianya pun menjadi "medok".

Setelah kembali ke Hong Kong, Tsam tetap mempertahankan bahasa Indonesianya agar tidak lupa., pada mulanya dengan memakai surat menyurat dengan teman-temannya orang Indonesia, sampai sekarang pada jaman teknologi yang sangat berkembang ini Tsam tetap tidah pernah berhenti untuk terus berkomunikasi dengan teman-teman di Indonesia, melihat berita-berita dan acara-acara televisi Indonesia melalui Internet, bahkan memilih orang Indonesia sebagai pasangan hidupnya.