Fitur

Amerika Serikat Menyatakan Hong Kong Tidak Memiliki Tingkat Otonomi Yang Tinggi. Apa Dampak Selanjutnya Untuk Hong Kong?

Amerika Serikat Menyatakan Hong Kong Tidak Memiliki Tingkat Otonomi Yang Tinggi. Apa Dampak Selanjutnya Untuk Hong Kong?

Pemerintah China akan membuat pernyataan resmi untuk undang-undang keamanan nasional pada hari ini (28 Mei 2020), tetapi sehari sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael Richard Pompeo menyatakan pada pertemuan di Kongres Amerika Serikat bahwa Hong Kong tidak lagi memiliki tingkat otonomi yang tinggi, maka tidak lagi layak untuk mendapatkan undang-undang perlakuan khusus (United States - Hong Kong Policy Act).

Apakah undang-undang perlakuan khusus (United States - Hong Kong Policy Act) dari Amerika Serikat yang membedakan Hong Kong dengan kota-kota lain Daratan China?

Dalam undang-undang tersebut, Hong Kong memiliki perlakuan khusus dari Amerika Serikat sebagian berikut:

  1. Sebagai zona pajak independent, Amerika Serikat memandang Hong Kong mempunyai otonomi yang tinggi, maka memberikan kurs pajak yang berbeda dengan kota-kota Daratan China yang lain.  Sewaktu perang perdagangan antar Amerika Serikat dengan Daratan China pun kurs pajak untuk Hong Kong tidak terpengaruh.
  2. Dapat menjalin hubungan bilateral langsung, Hong Kong yang berstatus sebagai kota tetapi dapat menjalin hubungan bilateral langsung dengan negara Amerika Serikat seperti hubungan yang terkait dengan perekonomian, perdagangan, keuangan dan lain sebagainya.
  3. Bebas dalam penukaran mata uang dolar Amerika Serikat, Hong Kong dapat menukar mata uang dolar Amerika Serikat dengan bebas dan tanpa batas, maka Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority) dapat menjaga kurs antara HKD dengan USD antara 7.75 – 7.85.
  4. Kebijakan dalam kelonggaran pengurusan visa, Pemegang paspor Hong Kong akan dipermudah untuk pengurusan visa Amerika Serikat.

Apakah dampak terhadap Hong Kong?

Dampaknya akan sangat besar untuk kedudukan Hong Kong sebagai pusat keuangan dan perdagangan didunia yang menyebabkan para investor dan pedagang untuk mengalihkan dana dan usaha mereka keluar dari Hong Kong.

Pemerintah dan perusahaan swasta di Hong Kong dapat impor teknologi sensitif dari Amerika Serikat, dengan dicabutnya undang-undang tersebut, maka Hong Kong akan mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan teknologi dari Amerika Serikat.

Menurut isi pernyataan Amerika Serikat pagi hari ini, pada tahap pertama Amerika Serikat kemungkinan akan mencabut terdahulu bagian "Zona pajak independent"

Adakah dampak kepada Amerika Serikatnya sendiri?

Tentu saja dampaknya juga sangat besar.  Ada lebih dari 1300 Perusahaan Amerika Serikat yang melakukan aktifitas perdagangan di Hong Kong dan tercatat 85000 penduduk Amerika Serikat yang sedang tinggal di Hong Kong, merekapun semua akan terkena dampak dari perubahan undang-undang perlakuan khusus terhadap Hong Kong.

Dari semua perusahaan Amerika Serikat yang berada di Hong Kong ini, sekitar 700 merupakan perusahaan multinasional dan 300 diantaranya merupakan kantor pusat regional yang termasuk semua perusahaan keuangan utama Amerika Serikat.  Amerika Serikat mempunya hubungan paling erat dengan Hong Kong dalam keuangan dibandingkan dengan kota-kota lain di seluruh dunia.

Perdagangan bilateral Amerika Serikat surplus terbesar pun adalah dari Hong Kong dengan sebesar USD26,1 miliar. Oleh sebab Hong Kong merupakan pelabuhan transit Internasional, maka untuk barang ekspor dari Amerika Serikat, Hong Kong adalah ke-3 pasar terbesar minuman beralkohol, ke-4 terbesar daging sapi dan ke-7 terbesar produk hasil pertanian.

Apakah Amerika Serikat benar-benar akan mengambil langkah tersebut dan mengorbankan perekonomian Amerika Serikat sendiri demi keuntungan politik serta menjatuhkan perekonomian Daratan China dan Hong Kong? Sampai sekarang tidak ada yang bisa menjawab dengan jelas langkah-langkah yang akan diambil oleh Amerika Serikat dan Pemerintah Pusat China.

Sumber: Dari berbagai media besar HK 

Taiwan Akan Menghapus Larangan Ekspor Masker 1 Jun...
Benarkah Posisi Hong Kong Diganti Shenzhen, Nama H...